Kontrakan Gebang

                         Thursday, 17 july, 2017
Sudah hampir 2 tahun menghuni kontrakan baru, akhirnya pelan-pelan kontrakan kami mulai terisi dan terasa lebih hangat. Walaupun masih banyak ruangan yang kosong, saya dan adik  cukup senang karena kontrakan terasa lebih luas. Sudah lama saya ingin berbagi cerita sedikit tentang kontrakan gebang , begitu kami menamakan kontrakan kami.
Saya selalu menunda-nunda karena masih malu dengan keadaan kontrakan yang berantakan (dan memang masih berantakan banget hahaha), beberapa barang juga belum tersimpan di tempat yang seharusnya. Maklum saja, mengisi kontrakan dengan tiga ruangan bukan sesuatu yang mudah untuk kami.
Read more: First Look of kontrakan gebang




RUANG KELUARGA

Ruangan yang paling pertama menjadi fokus perhatian begitu kami pindah ke kontrakan gebang . Alasannya karena ruang keluarga merupakan pusat segala kegiatan untuk bersantai, bermain, bekerja, berdiskusi, bahkan tempat kami menerima tamu. Ruang depan terasa lebih hangat dan hidup dibandingkan ruangan-ruangan lainnya, karena memang kami banyak menghabiskan waktu disini. Sisi-sisi tembok sengaja masih belum diisi karena kami menunggu saat yang tepat untuk menghiasnya.

KAMAR TIDUR

Belum satu bulan kami memiliki lemari pakaian, karena kami memang menabung untuk membuat lemari dengan ukuran cukup kecil. Kami sengaja menghabiskan ruangan khusus untuk lemari pakaian, agar tempat penyimpanan di kontrakan jadi lebih banyak. Apalagi koper, selimut, bantal dan lainnya sangat memakan banyak ruang penyimpanan.

Untuk kamar tidur sendiri, kami belum memiliki bed side table, credenza, lemari buku, dll karena kami sudah nyaman dengan ruangan yang kosong. Sebelum menghuni kontrakan gebang  saya terobsesi memiliki ruangan tidur yang tenang, damai, less distraction. Sehingga kami memutuskan untuk  menaruh TV atau pun komputer di kamar, dan peraturan kami adalah tidak membawa-bawa pekerjaan ke dalam kamar. Kamar tidur adalah tempat beristirahat, bukan beraktifitas.
Sejak menerapkan aturan ini, saya dan adik tentunya lebih mudah tidur karena tidak harus berhadapan dengan tumpukan dokumen atau teringat akan deadline saat hendak beristirahat.

***

RUANG KERJA

Peraturan yang saya ceritakan di atas tentu ada alasannya. Selama dua tahun , saya dan adik hampir selalu bekerja di rumah. Tapi karena dari segi finansial kami yang dulu masih terbatas, kami tidak memiliki ruang kerja di kontrakan maupun di pabrik. Kami bekerja dimana-mana, mulai tempat tidur, sofa, meja makan, hingga teras. Tapi ternyata barang berceceran dimana-mana! Hahaha!

Akhirnya kami bersikeras untuk membuat ruang kerja di kontrakan, supaya bisa fokus dan lebih disiplin. Cita-cita kami kesampaian juga! ruang tidur  yang terletak di  belakang, kami manfaatkan menjadi home office. Di tengahnya juga tersedia kamar mandi, lengkap.

Salah satu motivasi kami untuk beverja, mengumpulkan figur-figur Star Wars.

Letak office hanya bersebelahan dengan ruang tamu dan living room, sehingga kapan saja kami bisa memantau kegiatan di kontrakan. Inspirasi untuk mendekor kontrakan office datang dari Pinterest. Kami memilih furniture serba putih agar ruangan lebih terkesan light and easy, tumbuhan juga kami taruh sebagai dekorasi.

***

RUANG
MAKAN

Salah satu spot favorit saya di rumah adalah ruang makan. Perlu waktu 5 bulan untuk mengisi ruang makan agar terkesan lebih elegan, karena kami tidak ingin terburu-buru. Di bagian tembok kosong, kami isi dengan credenza dan cermin hibahan dari kakak ipar saya. Meja makan kami pesan khusus dari tukang langganan saya yang memang spesialis gaya Scandinavian. Kami memadukan kursi makan dengan 3 jenis kursi agar terkesan santai.